Jangan Lupa Muroja'ah Al-Qur'an


Sibuk, merupakan kata sifat yang mungkin bisa dijadikan alasan untuk tidak berinteraksi dengan Al-Qur'an. Namun, lantas apakah Al-Qur'an membutuhkan kita ataukan justru kita yang membutuhkan Al-Qur'an. Allah subhanahu wata'ala menyampaikan tentang Al-Quran lah yang kita butuhkan, karena kita akan mendapatkan banyak peringatan yang berguna untuk kita. Bahkan Allah sendiri yang memeliharanya sampai akhir zaman, walau kita tidak ikut andil memeliharanya.

إِنّا نَحنُ نَزَّلنَا الذِّكرَ وَإِنّا لَهُ لَحافِظونَ


“Sesungguhnya, Kami Yang telah menurunkan Peringatan Alquran ini, dan sesungguhnya Kami baginya adala Pemelihara. (15:10)

Bagaimana cara mengenal Al-Quran?

Ada empat cara untuk mengenal lebih dekat dengan Al-Quran. Yaitu membacanya, dimengerti/dipahami, diamalkan, kemudian disampaikan isi/pesan Al-Qur'an itu. Tidak cukup hanya membacanya, kita lakukan lebih dari itu. Jika ada kesempatan, hafalkan supaya termasuk bagian dari orang-orang yang terbaik dihadapan Allah. Tahapan berikutnya, wajib dipahami apa yang kita baca, jangan sampai termasuk apa yang Allah sampaikan, "Ada orang-orang yang membaca Al-Quran, namun tidak sampai kerongkongannya". Artinya apa? mereka hanya sebatas dilisan saja, tidak memahami apa yang ia baca karena ia membaca tanpa tadabbur. Hasil dari tadabbur, akan menghasilkan penghayatan yang membuahkan geraknya hati sehingga mengamalkan. Tidak cukup hanya itu, ada kewajiban berikutnya yaitu menyampaikan atau dakwah kepada orang-orang. Tentu ini perlu ilmu metodologi dakwah, tidak asal-asalan dalam menyampaikan. Ada tahapan-tahapan yang harus dimengerti sebagai pendakwah.  


Bagaimana cara mengenal lebih dekat lagi?

Sebetulnya ini pertanyaan yang mana jawabannya sama seperti sebelumnya. Namun, penulis menyampaikan hal yang lain, soal mengenal Al-Quran dengan intensif, yaitu menghafalkan lalu memuroja'ah. Bagi kebanyakan orang-orang yang sudah diberikan amanah hafalan, mengatakan "menghafalkan itu mudah, yang sulit itu memuroja'ah atau mengulang hafalannya".

Ada hadist yang disampaikan oleh Bukhari, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Bacalah senantiasa Alquran. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad berada di genggaman-Nya, sungguh Alquran itu mudah hilang dari ingatan, melebihi unta lepas dari ikatan di sendinya." Ada berbagai macam metode menghafal Alquran. Namun, semua itu bermuara pada satu hal: rutinkanlah membaca Alquran. Semakin banyak membaca/mengulang Al-Quran, insyaAllah hafalan itu melekat dan tidak mudah hilang.

Pernahkah kita lupa dengan sosok wajah ibu/ayah kita? tentu tidak. Karena setiap hari kita memanggilnya, melihatnya, berinteraksi dengan mereka, sehingga kita tidak mungkin lupa. Sama halnya dengan Qur'an, jika setiap hari melihatnya, mengulang-ulang bacaan, mengingat-ingatnya setiap hari, saya yakin tidak akan lupa dengan Qur'an tersebut. 

Jadi, penulis mengingatkan kepada pribadi dan juga pembaca, untuk senantiasa memperbaiki amal dengan cara memperhatikan interaksi kita kepada Al-Qur'an. Nanti diakhirat, amalan-amalan yang baik dan syafa'at Allah itulah yang akan menolong kita. [fmr]

oleh : Ust Fahmi R
Share:

No comments:

Post a Comment

  • Berita RQ

  • Mutiara Hikmah