Syarat Taubat di Terima Allah



Bertaubat adalah cara penyesalan yang ditujukan kepada Allah kemudian dengan sekuat jiwa raga tidak mengulanginya kembali dan dilakukan terus menerus.


Apa hikmah taubat yang dilakukan dengan benar?

Pertama, Taubat yang benar memberikan kita energi positif yang membawa kesuksesan. Kita perlu sadar bahwa enegi positif didapatkan ketika kita melakukan energi positif. 

Energi yang positif memberikan peningkatan produktivitas dan keberkahan, sebagaimana Allah sampaikan pada surat Hud ayat 52 :

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

“Dan (Hud berkata), "Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” 

Keberkahan pasti datang dari Allah Ta'ala, karena keberkahan berkaitan erat dengan keberuntungan. Sebagiamana Allah Ta'ala sampaikan di surat An Nur ayat 31 : 

 ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

Kita diperintahkan Allah Ta'ala untuk senantiasa melakuka pertaubatan, karena kita sadar, bahwa kita bukan makhluk yang suci, buka seperti Rasulullah Shallallhu 'alaihi wasallah yang ma'sum, dijaga langsung oleh Allah Ta'ala.

Kedua, Taubat memberikan kemudahan, jika kita lakukan banyak dosa terhadap Allah, maka Allah mencabut keberkahan dari kita (Na'udzubillah min dzaalik).

Sebagaimana Allah sampaikan di surat At Taubah ayat 126 :

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

“Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, namun mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” 

Allah menggambarkan orang-orang yang tidak mau bertaubat adalah orang orang munafik. Apa itu munafik? mereka orang-orang yang secara sadar melakukan penghinaan terhadap dirinya sendiri, dengan menampakkan kebaikan di keramaian untuk meminta pujian, mudah melakukan maksiat dikala sendirian. Mereka adalah orang yang tidak meniatkan ibadah untuk Allah Ta'ala semata (Na'udzubillah min dzaalik).

Ketiga, Taubat menjadikan Allah mencintainya. sebagaimana Allah sampaikan di surat Al Baqoroh ayat 222 : 

 ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” 

Allah menyukai orang yang tobat dari segala kesalahan yang diperbuatnya dan menyukai orang yang menyucikan diri dari kotoran lahiriyah.

Bagaimana Taubat yang diterima ?

Ada beberapa faktor utama yang bisa kita deteksi dari tanda diterimanya taubat seseorang, Pertama adalah sesorang akan lebih mencintai ketaatan. Akan senantiasa memperbaiki dirinya dengan menambahkan ilmu agamanya untuk dipraktekkan dikehidupannya.

Kedua, biasanya orang hijrah (istilah dari orang-orang yang bertaubat) lebih mencintai bergaul dengan orang-orang baik. Memberikan efek yang positif kepada dirinya untuk senantiasa saling memberikan nasehat dalam kebaikan. 

Ketiga, menyesali perbuatannya. Jangan jatuh dilubang yang sama dan bencilah perbuatan maksiat tersebut. Karena itu dekatilah orang-orang yang sholeh, bermajelis ilmu dengan mereka, dan sebagainya.

Kemudian, bersegeralah untuk bertaubat,  dan berdoa minta dijauhkan dari maksiuat. yakinlah Allah lebih dekat dengan kita sebagaimana Allah sampaikan di Surat Al baqoroh 186, 

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), “Aku itu dekat”. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” (QS. Al Baqarah: 186).

Mintalah kepada Allah untuk dijauhkan dari maksiat.

Itulah penjelasan mengenai "Manfaat Bertaubat dan Syarat Taubat Diterima". Semoga bermanfaat. Barakallahu fiikum. 

Penulis : Abu Zanki
Sumber : konteninspratif.com
Share:

No comments:

Post a Comment

  • Mutiara Hikmah

  • Kegiatan